Oleh: eradzie | 09 23, 2010

Ini Dia Tarif Resmi Parkir

image

PEKAN lalu, saya bersama sejumlah kawan bertandang ke Rumah Sakit Kesdam di Kuta Alam menggunakan mobil Isuzu Panther milik Bang Mukhtar, kolega saya di Aliansi Jurnalis Independen Kota Banda Aceh. Kunjungan ke rumah sakit tentara itu bukan untuk meliput, tapi hanya mengunjungi kolega kami, Salman Mardira, yang ayahnya dirawat di sana.

Tidak ada yang perlu diceritakan dalam kunjungan itu, sebelum dua malam lalu saya mendapati plang pengumuman yang dipasang Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Telekomunikasi di dean Kantor Kas Bank Central Asia di Jalan Mohammad Jam.

Kunjungan saya ke Anjungan Tunai Mandiri BCA lalu membuat saya ingin menulis cerita ini. Pada plang itu, jelas tertulis tarif parkir untuk kendaraan roda empat besarnya Rp1.000. Sementara untuk roda dua itu hanya 500 perak saja.

Itu adalah harga di atas kertas yang ditetapkan Dinas Perhubungan. Namun, setelah menetapan tarif itu, saya yakin petugas dari Dinas Transpotasi itu tidak pernah mengecek ke lapangan. Sebab, harga parkir di Banda Aceh dua kali lipat dengan tarif resmi.

Untuk sepeda motor tetap dipungut seribu perak. Dan mobil jadi dua ribu perak. (Tapi ada juga yang ndak protes kalau dikasih seribu.) Di beberapa tukang parkir memang masih memungut seribu rupiah untuk mobil.

Nah, di rumah sakit tentara yang kami kunjungi pekan lalu, tukang parkir yang bermodalkan peluit di mulutnya, ogah menerima sodoran uang kertas bergambar pahlawan dari Maluku, Pattimura, itu.

“Dua ribu, Bang,” kata tukang parkir itu. Wajahnya datar. Tak ada raut senyum di wajah pria berbadan agak gelap itu.

Tarif berapapun sebenarnya tidak masalah jika dibarengi dengan pelayanan yang baik. Faktanya, banyak tukang parkir di Banda Aceh yang muncul hanya pas mobil atau motor hendak meninggalkan lokasi parkir. Atau, begitu uang sudah di tangan, tak jarang mereka meninggalkan kita yang harus berkelahi dengan laju kendaraan di jalanan yang padat.

Tak semua tukang parkir berperilaku buruk seperti itu. Banyak juga saya menjumpai petugas parkir yang ramah dan bertanggungjawab. Saya biasanya puas dengan kinerja mereka yang bertugas di Toserba Mizi yang berada di depan Masjid Baiturrahman atau mereka yang mengatur sepeda motor di depan Suzuya, Jalan Diponegoro.

Saya salut dengan mereka yang ramah dan bertanggungjawab atas parkir, sehingga jalanan tidak begitu semraut dengan parkir kendaraan yang suka-suka pengendara.

Oleh: eradzie | 09 20, 2010

Menunggu Jupiter Muncul

image

PAGI ini, usai menunaikan dua rakaat salat Subuh, saya tak lagi meneruskan keinginan untuk kembali ke pembaringan. Padahal, godaan itu cukup kuat sesaat sebelum membasuh muka. Tidur lagi menjadi keinginan kuat, karena dalam sepekan ini saya selalu memejamkan mata paling cepat pukul dua pagi.

Namun, godaan itu tak saya amini. Usai memanjatkan doa minimal, saya bergegas ke halaman rumah. Hari masih gelap. Langit hitam pekat. Pagi itu, satu-satunya yang putih adalah kucing yang menyambut saya begitu pintu saya buka. Ia merengek-rengek manja sembari membelai kaki saya.

Rengekan kucing tak cukup membendung niat saya untuk melangkahkan kaki menjangkau kerikil. Sembari refleksi kaki di bebatuan, mata saya mencari sesuatu di ufuk timur yang masih pekat. Mata saya hanya menemukan segumpulan awan hitam yang menyelimuti langit.

Saya tak menemukan yang saya cari. Mendung menyembunyikan keinginan saya untuk bisa melihat penampakan planet Jupiter.

Tempo Interaktif menulis “planet itu tidak akan tampak lebih besar atau lebih terang lagi sampai 2022. Jupiter akan melewati jarak 368.000.000 mil dari Bumi Senin (20/9) malam”.

Penampakan Jupiter ini berlangsung sepekan lamanya. Tak hanya Jupiter, Uranus juga sedang dalam posisi dekat dengan Bumi dalam sepekan ini. Tapi, Uranus hanya bisa dilihat dengan bantuan teropong dan teleskop. Ia akan terlihat membentuk disk berwarna zamrud pada posisi satu derajat di dekat Jupitef.

Jupiter bisa dilihat pada tengah malam tepat di atas kepala Anda. Di kala senja, ia bisa ditemukan di bagian timur. Saat matahari terbit di ufuk timur, ia muncul di barat.

Nah, selain langit diselimuti mendung, saya tidak bisa menemukan Jupiter karena rupanya salah melihat posisi. Seharusnya, pagi tadi mata saya mencari-cari Jupiter di timur. Pantesan, di arah timur saya hanya bisa menemukan Jupiter MX teman saya yang diparkir dekat garasi.

Oalah!

Batoh, 21.09.2010
[onmygreenrobot]

Oleh: eradzie | 09 20, 2010

Irwandi Yusuf jadi Kepala Dinas

image

Irwandi Yusuf yang masih menjabat sebagai gubernur Aceh “diturunkan” jabatannya menjadi Kepala Dinas. Dalam sebuah iklan ucapan selamat ulang tahun bagi Kota Subulussalam, jabatan Irwandi termaktub Kepala Dinas.

Iklan itu milik Pemerintah Aceh, sehingga ditandatangani bersama Wakil Gubernur Aceh Muhammad Nazar dan Sekretaris Daerah Husni Bahri TOB.

Kesalahan ini sontak membuat ramai di situs pertemanan Facebook. Saya mendapati iklan ini justru dari akun Facebook seorang teman yang dekat dengan Irwandi. Lalu, saya ikut memotret iklan yang dimuat di halaman 8 Serambi Indonesia itu dan memposting ke Facebook.

“Bangai,” kata Andi Firdaus, teman saya, mengomentari postingan itu.

Saya tidak tahu apakah ini kesalahan di bagian iklan koran terbesar di Aceh itu atau pihak Humas Pemerintah Aceh.

Kita tunggu saja Serambi edisi Selasa.

Radzie
[On my green robot]

Oleh: eradzie | 06 03, 2007

Lhoknga

Keindahan Pantai Lhoknga. Tulisan menyusul. Sebenarnya sudah selesai tulisan ini, tapi karena saya menulis dengan hape, maka hilang. Ditulis saat dalam perjalanan pulang dari Lhoknga.Lhoknga

Oleh: eradzie | 06 01, 2007

Rujukku pada Blog

Udah lama banget gw ga nulis di blog. Padahal gw punya 3 blog di alamat yg berbeda. Kesibukan membuat gw jadi malas nulis. Kangen rasanya tetap bersentuhan dg dunia blog. Nah, mulai hari ini, gw mau aktif lg nulis blog. Nulis hal2 kecil dan sepele. Nanti tulisannya pendek2 dan ga ada paragraf krn gw nulis dg fasilitas hape. Lambhuk jelang jumatan.

Older Posts »

Kategori

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.